Dasar ilmiah · jurnal ber-DOI
Penelitian di balik SINGO MBOIS
Program ini bukan sekadar ide. Efektivitasnya diteliti pada 288 siswa dan terbit di jurnal ilmiah ber-DOI pada 2026.
Sitasi
Yudanti, R. A. & Pratama, R. (2026). Efektivitas sistem grafologi berbasis literasi dasar siswa (SINGO MBOIS) di SMP Negeri 27 Malang dalam mendukung program literasi sekolah. EDUCATUM, 4(2), 77-81.
Temuan
15 indikator, efektivitas 76%
Studi mengukur 15 indikator literasi dasar dengan rata-rata efektivitas 76% (kategori tinggi). Dua indikator tertinggal dan menjadi fokus pengembangan aplikasi ini: kerapian tulisan tangan (67%) dan menyimak audio (70%).
| Indikator | Baseline 2026 |
|---|---|
| Membaca lembar kerja | 78% |
| Memahami teks | 77% |
| Membaca dengan cermat | 78% |
| Menyimak audio | 70% |
| Memahami audio | 74% |
| Fokus menyimak | 78% |
| Menyelesaikan lembar kerja | 78% |
| Menulis jawaban dengan jelas | 77% |
| Menuangkan ide ke tulisan | 76% |
| Kerapian tulisan tangan | 67% |
| Keberanian berpendapat | 72% |
| Perhatian pada bentuk huruf | 74% |
| Membantu belajar | 78% |
| Menambah semangat | 76% |
| Meningkatkan literasi | 79% |
n = 288. Baris bertanda merah adalah indikator terlemah yang menjadi prioritas.
Dua lapis layanan
Yang diukur dan yang dibaca
SINGO MBOIS berjalan di dua lapis yang sengaja dibedakan supaya keduanya jujur pada porsinya masing-masing.
Lapis terukur: literasi
Kemampuan membaca, menyimak, dan kualitas teknis tulisan (kerapian, konsistensi, jarak) diukur otomatis dengan satuan nyata dan ditinjau guru. Lapis inilah yang diteliti di jurnal EDUCATUM: 15 indikator dengan baseline yang dipantau berkelanjutan.
Lapis interpretatif: potensi
Pembacaan karakter belajar dari tulisan dan gambar dilakukan tim ahli bersama Guru BK, berfokus pada potensi positif siswa. Lapis ini bersifat interpretatif dan memotivasi, selalu bisa dikonsultasikan, dan tidak dipakai untuk penjurusan, seleksi, sanksi, atau peringkat.
Literatur yang dirujuk studi (Graham 2020; Santangelo & Graham 2021; Rosenblum 2018, 2021) membahas keterampilan menulis dan motorik halus. Karena itu klaim lapis terukur dibatasi pada keterbacaan, kerapian, ukuran huruf, dan konsistensi, sementara pembacaan potensi ditempatkan sebagai layanan pendampingan oleh manusia, bukan hasil pengukuran ilmiah.